TUGAS TIK III
Manfaat Pembelajaran ICT pada anak
usia dini
Dalam Era globalisasi sekarang ini, pemerintah sedang
menggalakkan pentingnya pendidikan anak usia dini. Untuk menciptakan
generasi-generasi yang lebih unggul, juga nantinya mampu bersaing tinggi kelak
ketika mereka dewasa dan juga tidak melupakan nilai-nilai moral dan budaya
bangsa Indonesia. Karena anak usia dini merupakan masa golden age. Dimana
terbentuknya pertumbuhan dan perkembangan otak pada masa-masa usia dini sekitar
0-8 tahun mencapai 80% pertumbuhan dan perkembangan pada otak manusia.
Ibaratnya sebuah spon mereka mampu dan cepat menyerap ilmu atau apapun yang
mereka terima, yang diberikan lingkungannya pada masa pertumbuhan dan
perkembanganya.
Akan tetapi kita tidak boleh melupakan tugas dan hak
kewajiban anak yaitu bermain sambil belajar. Karena dengan suasana bermain
seraya belajar tidak membuat anak merasa ditekan ataupun tertekan pada situasi
dan kondisi mereka yang sedang mempelajari diri dan juga lingkungannya.
Melainkan anak akan mendapat kemudahan pada proses belajar dalam suasana
bermain, yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Itulah sebabnya dikatakan dunia
anak adalah dunia bermain.
Tidak
bisa kita pungkiri dalam segala bidang TIK sudah menjadi kebutuhan
pokok pada kehidupan kita. Termasuk dalam dunia pendidikan. TIK memiliki peran
penting dalam sarana dan prasarana pembelajaran. Tujuan pembelajaran TIK pada
anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk
memudahkan anak usia dini dalam membantu proses belajar dengan cara yang
menyenangkan, kreatif, imaginative dengan memakai TIK sebagai sumber belajar,
seperti CD interaktif yang kini semakin banyak berkembang dalam modifikasi isi
dari pembelajarannya. Contohnya : belajar berhitung, belajar membaca, mengenal
huruf, mengenal warna, geometri, bentuk, juga mengenal lingkungan,binatang dan
tumbuh-tumbuhan serta lain-lainnya. Ada pula games-games yang menyenangkan
anak-anak tetapi juga syarat dengan pembelajaran seperti puzzle huruf. Sehingga
yang tanpa disadari anak, mereka belajar banyak mengenal kosakata dalam bahasa
inggris. Tau bagaimana berhitung. Yang pada masa sekarang ini banyak orang tua
memaksakan anak belajar tanpa memikirkan kebutuhan dan hak dalam dunia anak
yaitu bermain. Dengan adanya sarana dan prasarana TIK sebagai sumber belajar
menjadikan pembelajaran menjadi lebih atraktif juga kreatif. Membuat anak
menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.
Anak-anak
usia dini sangat cepat dan mudah sekali belajar seraya bermain, yang terkadang
kita sebagai orang tua atau juga sebagai pendidik anak usia dini. Tidak
boleh melupakan pengawasaan dalam pembelajaran yang menggunakan sumber belajar
TIK. Agar anak-anak tidak jauh melenceng dari pengenalan pembelajaran yang kita
harapkan pada tujuan semula menjadikan TIK sebagai sumber belajar yang cocok
dan pantas bagi anak usia dini. Karena sebagai mana kita tau. selain TIK
memiliki dampak positif dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam
belajar, juga memiliki dampak negative jika kita kurang ataupun lengah terhadap
pengawasan dalam pembelajaran yang menggunakan TIK. Oleh karena itu hendaknya
segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan pembelajaran TIK, anak perlu
pengawasan dan pembelajaran yang seimbang dengan jiwa dan kebutuhan
pembelajaran, sehingga anak ataupun peserta didik tidak salah menggunakan
pemanfaatan perkembangan teknologi pembelajaran.
Pembelajaran berbasis TIK untuk PAUD
TIK sudah menjadi kebutuhan pokok lagi tampaknya, di segala
bidang kita tidak bisa lepas dari TIK. Termasuk dalam dunia pendidikan. PAUD
pun tak mau ketinggalan, mengenalkan teknologi informasi untuk anak didiknya.
Lalu apa yang dipelajari dalam pembelajaran TIK dan perlukah sejak usia dini
juga diberi pembelajaran TIK?
TIK
dan PAUD
Dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa, menciptakan
generasi yang unggul, berdaya saing tinggi dan tak melupakan nilai-nilai moral
dan kebangsaan, maka saat ini Pemerintah mendorong Pendidikan Anak Usia Dini
yang bermutu.
Anak
usia dini (0-8 tahun) adalah masa dimana pertumbuhan dan perkembangannya sangat
peka. Perkembangan otak sangat pesat pada saat ini, bahkan mencapai 80% pada
pada usia 5 tahun. Ibarat spons, ia akan cepat menyerap apapun yang diterima
dari lingkungannya. Namun begitu kita juga diharapkan mengetahui karakter atau
tugas perkembangan pada masa ini. Ia akan mudah belajar dalam suasana bermain,
menyenangkan dan tanpa tekanan.Itulah sebabnya dikatakan dunia anak adalah
dunia bermain.
Teknologi Informasi adalah bentuk teknologi yang tidak dapat
dielakkan saat ini, termasuk pada anak-anak. Playstation, Handphone, Game
online adalah contoh teknologi yang menggunakan progam komputer, dimana anak
tidak dapat menghindarinya.
Pembelajaran
TIK di perlukan agar anak dapat terarah dalam menggunakan atau memanfaatkan
TIK. TIK pada PAUD harus memperhatikan aspek-aspek perkembangan, seperti moral,
sosial emosi, bahasa, seni seperti yang ada pada Kurikulum PAUD itu sendiri.
Pembelajaran TIK pada PAUD bisa di berikan pada sentra Tekonologi atau pada
tema aalat Komunikasi. Namun untuk TIK sendiri, pengenalan komputer juga perlu
diberikan pada anak usia dini.
Dampak
TIK utuk Anak
Dari hasil penelitian, ternyata pembelajaran komputer
mempunyai dampak positif terhadap perkembangan anak. Meskipun demikian menurut
penulis TIK adalah sebagai sarana dalam mempermudah atau membantu pekerjaan
manusia. Disamping TIK mempunyai manfaat namun tak sedikit juga efek negatif.
Adapun dampak positif TIK bagi anak antar lain :
1. Belajar menjadi menyenangkan dengan
tampilan multimedia. Anak tidak merasa jenuh dan tidak merasa terbebani. Bahkan
anak akan merasa tertantang untuk mencoba lagi dan tidak mudah menyerah bila
soal atau tugas yang harus dilalui di kemas dalam bentuk permainan.
2. Komputer ternyata efektif untuk
membangkitkan motivasi dan keingin tahuan yang tinggi pada anak. Dan hal ini
sangat berbeda ketika kita melakukan pembelajaran dengan metode konvensional
semacam ceramah atau pemberian tugas.
3. Anak akan merasa lebih percaya diri
dan bersemangat jika ia berhasil membuat proyek, menggunakan media komputer.
Guru atau pendamping sebaiknya memcetak (print out) dan mengumpulkan sehingga
anak merasa bangga dan berkeinginan untuk bereplorasi lagi.
Dampak
Negatif TIK :
1. Banyak situs-situs atau tampilan
yang tidak pantas untuk anak, sehingga pendampingan orang tua mutlak
diperlukan. Gunakan filter agar anak tidak dapat mengakses web yang tidak layak
untuk anak Letakkan komputer di ruang keluarga atau tempat dimana semua orang
atau anggota keluarga dapat melakukan kontrol.
2. Games dapat membuat anak menjadi
keblabasan dan tidak mengenal waktu. Ia bisa berjam-jam duduk di depan
komputer. Hal ini tidak baik untruk kesehatan mata maupun dampak sosialisasi
anak dengan sekitarnya. Buat jadwal kapan anak boleh bermain menggunakan
komputer,sehigga kehidupannya lebih berimbang.
3. Meskipun kita dapat mengakses
berbagai informasi melalui komputer dalam hal ini internet, tapi tidak semua
informasi tersebut akurat.Sehingga kita juga perlu lebih selektif dan
berhati-hati.
Pembelajaran
TIK Pada PAUD
Tujuan pembelajaran TIK pada
anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi. Jika
sebelumnya telah penulis jelaskan perlunya anak usia dini belajar mengenal
teknologi informasi termasuk didalamnya pengenalan komputer.
Ada dua hal yang perlu diberikan pada pembelajaran komputer,
yaitu kemampuan dan pengetahuan.
Kemampuan berhubungan dengan ketrampilan menggunakan komputer. Pada tahap PAUD, anak masih dala batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu sendiri, menggunakan komputer dengan benar :seperti cara menghidupkan dan mematikan komputer, tertib menggunakan komputer disamping anak dapat mengoperasikan program aplikasi yang digunakana dalam pembelajaran.
Kemampuan berhubungan dengan ketrampilan menggunakan komputer. Pada tahap PAUD, anak masih dala batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu sendiri, menggunakan komputer dengan benar :seperti cara menghidupkan dan mematikan komputer, tertib menggunakan komputer disamping anak dapat mengoperasikan program aplikasi yang digunakana dalam pembelajaran.
Sedang unsur pengetahuan adalah pengetahuan yang sesuai
dengan tingkat kemampuan anak, seperti berhitung, mengenal bentuk geometri,
mewarna. Disamping itu anak juga belajar menggunakan komputer untuk
menyelesaikan tugas secara sderhana. Anak mengetahui kegunaan komputer secara
luas.
Sebagai contoh jika anak dapat menggambar pemandangan yang
disukai, belajar berhitung menggunakan komputer, mengelompokkan benda-benda
yang sejenis, membuat cerita sederhana atau membuat kartu ucapan untuk teman
atau orang-orang yang disayangi, lalu hasil tersebut di cetak maka anak akan
merasa bangga dan dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.
Aspek yang lain yang dapat digali dalam pembelajaran komputer adalah bagimana ia berinteraksi dengan teman, latihan berbagi, bekerja sama. Hal ini bisa dilakukan oleh guru untuk mengkondisikan pembelajaran komputer secara bergantian, atau berkelompok untuk materi-materi yang membutuhkan problem solving.
Aspek yang lain yang dapat digali dalam pembelajaran komputer adalah bagimana ia berinteraksi dengan teman, latihan berbagi, bekerja sama. Hal ini bisa dilakukan oleh guru untuk mengkondisikan pembelajaran komputer secara bergantian, atau berkelompok untuk materi-materi yang membutuhkan problem solving.
Siasat yang dapat dilakukan
dalam mengenalkan komputer pada anak.
1. Kenalkan komputer pada anak sesuai
dengan usia mereka. Pengenalan bagi anak balita, dapat dimulai dengan
membimbingnya menyentuh komputer, memegang mouse, mengetik huruf-huruf pada
keyboard.
2. Temani anak saat mereka
menggunakan komputer. Arahkan dan bimbing mereka dalam komunikasi yang hangat.
Ada baiknya anda menggunakan password agar anak tidak bisa menggunakan komputer
tanpa pengawasan.
3.
Buatlah kurikulum sendiri di
rumah. Contohnya, jangan perlihatkan semua program aplikasi yang akan anda
berikan kepada anak. Berikan satu per satu, tahap demi tahap.
4.
Pendidik dan orang tua hendaknya
terus mengembangkan pula kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan komputer.
Terkadang yang terjadi malah sebaliknya, anak sudah lebih canggih dari orang
tua mereka. Hal tersebut dapat mengakibatkan pengawasan dan bimbingan menjadi
terbatas pada kemampuan pendidik atau orang tua saja. Jadilah sumber pertama
bagi anak anda mengenai perkembangan-perkembangan tersebut.
5. Buatlah kesepakatan bersama anak
mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukannya dengan komputer.
Jangan membuat peraturan anda sendiri, libatkan anak dalam membuat peraturan
agar anak juga dapat merasakan tanggung jawab untuk untuk melaksanakan setiap
peraturan yang sudah dibuat bersama.
6. Sebaiknya komputer tidak
diletakkan di kamar pribadinya anak, karena hal tersebut akan mempersulit
pengawasan orang tua kepada anak.
7. Komputer juga mempunyai efek-efek
tertentu bagi fisik seseorang. Perhatikan masalah tata ruang, cahaya, bahaya
listrik, posisi duduk, tinggi meja dan kursi, dan lain-lain. Supaya anak
benar-benar dalam keadaan yang betul-betul nyaman, aman dan sehat saat
menggunakan komputer.
Manfaat komputer yang dapat ditimba
dari penggunaan komputer.
1. Dengan
menggunakan komputer, anak menjadi lebih senang belajar karena adanya perangkat
lunak pendidikan yang diprogram sedemikian menariknya. Semakin anak tertarik
akan program tersebut, semakin tertarik pula dia untuk belajar. Misalnya,
perangkat lunak program pengetahuan dasar membaca. Anak akan lebih suka belajar
membaca melalui program yang disertai gambar yang dapat bergerak dan bersuara,
tulisan yang dapat membuka halaman lain, atau huruf-huruf yang dapat
berubah-ubah warna daripada belajar membaca melalui buku yang itu-itu saja.
2. Selain program pendidikan, komputer juga menawarkan
program aplikasi berbentuk permainan elektronik yang pada umumnya tidak secara
khusus diberi muatan pendidikan formal tertentu. Permainan elektronik tersebut
membantu anak untuk belajar bagaimana bertahan, membuat strategi, membangkitkan
semangat kepemimpinan, dan bermain peran (role play).
3. Karena biasa menggunakan komputer, anak dapat
mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. Para balita juga dapat
belajar mengenal warna dan bentuk-bentuk melalui program pendidikan yang
dioperasikan dengan komputer. Anak-anak dapat menjadi pandai dalam matematika
lantaran sering berlatih dengan menggunakan bantuan komputer dan dapat memiliki
banyak kosa kata dalam bahasa Inggris.
4. Secara tidak langsung, anak yang sejak kecil
dibiasakan menggunakan komputer sedang dilatih suatu keterampilan yang amat
penting bagi mereka saat mereka menginjak dewasa dan masuk dalam dunia kerja.
5. Selain manfaat umum, manfaat rohani juga bisa mereka
dapatkan. Melalui komputer, anak Anda dapat belajar firman Tuhan dengan lebih
kreatif. Perangkat-perangkat lunak pelajaran Alkitab untuk anak sudah banyak
beredar di pasaran. Anda juga dapat mengunduhnya (download) dari internet.
Biasanya, anak senang belajar Alkitab dengan berbagai macam alat peraga dan
aktivitas di sekolah minggu. Karena sekolah minggu hanya ada satu kali dalam
satu minggu, kita dapat menambah waktu mereka untuk belajar firman Tuhan dengan
kreatif dan menarik melalui komputer. Dengan dukungan komputer sebagai alat
peraga, anak akan lebih dalam lagi mengingat pelajaran yang mereka dapatkan.
Setelah mengetahui manfaatnya, tentu
penting juga bagi kita untuk melihat dampak negatif apa saja yang dapat timbul
dari penggunaan komputer. Tujuannya tentu saja bukan untuk melarang anak
memakai manfaat komputer, melainkan sebagai acuan bagi para pendidik untuk
lebih terlibat untuk membimbing dan mengawasi anak menggunakan komputer.
1.
Salah satu dampak negatif yang diungkapkan Hari adalah
kemungkinan besar
2. Anak mengonsumsi permainan elektronik yang menonjolkan
unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas tanpa sepengetahuan orang tua.
Permainan beraroma kekerasan dan agresif banyak disinyalir oleh para pakar
pendidikan sebagai pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada
diri anak.
3. Karena terlalu sering bermain komputer, anak-anak
dapat kehilangan waktu untuk bermain dengan teman-temannya dan kehidupan
sosialnya menjadi kurang seimbang.
4. Anak juga dapat menjadi malas membaca buku dan menulis
karena banyak waktu yang dihabiskan di depan komputer. Prestasi di sekolah bisa
menurun karena tugas-tugas yang tidak diselesaikan.
5. Akses negatif juga bisa didapatkan melalui internet.
Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi
pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya
informasi buruk yang membanjiri internet. Karena melalui internet berbagai
materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan
tanpa penghalang.
Mengingat penggunaan manfaat
komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang
akan datang, anak tetap harus dikenalkan dengan komputer walaupun ada pengaruh
yang tidak baik yang dapat ditimbulkan. Yang terpenting adalah bagaimana para
pendidik dan orang tua dapat menjadikan komputer aman dan bermanfaat bagi anak.
1. Kenalkan komputer pada anak sesuai dengan usia mereka.
Pengenalan bagi anak balita dapat dimulai dengan membimbingnya menyentuh
komputer, memegang tetikus (mouse), mengetik huruf-huruf di kibor (keyboard).
Anak-anak di atas usia balita dapat mulai diperkenalkan pada berbagai program
komputer yang menarik bagi mereka, khususnya program yang bersifat edukatif.
Pilihkan program aplikasi yang tepat bagi mereka. Jangan biarkan mereka membeli
atau meminjam program tanpa sepengetahuan Anda.
2. Temani anak saat mereka menggunakan komputer. Arahkan
dan bimbing mereka dalam komunikasi yang hangat. Ada baiknya menggunakan kata
kunci (password) agar anak tidak menggunakan komputer tanpa pengawasan orang
dewasa.
3. Buatlah kurikulum sendiri di rumah. Jangan perlihatkan
semua program komputer yang akan Anda berikan kepada anak. Berikan satu per
satu, tahap demi tahap. Jika memungkinkan, buat tes kecil untuk mereka. Jika
lulus, barulah mereka boleh mencoba program yang baru. Dengan menyusun
kurikulum sendiri, Anda dapat lebih selektif memilih program komputer yang
tepat, aman, dan memenuhi kebutuhan anak.
4.
Pendidik dan orang tua hendaknya terus mengembangkan
pula kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan komputer. Terkadang yang
terjadi malah sebaliknya, anak sudah menjadi lebih “canggih” dari pendidik dan
orang tua mereka. Hal tersebut dapat mengakibatkan pengawasan dan bimbingan
menjadi terbatas pada kemampuan pendidik atau orang tua saja. Ikuti terus
perkembangan di dunia komputer, bahkan sebelum anak tahu dari sumber-sumber
lain, jadilah sumber pertama bagi mereka mengenai perkembangan-perkembangan
tersebut.
5. Buatlah kesepakatan bersama anak mengenai apa yang
boleh dan tidak boleh dilakukannya dengan komputer. Jangan membuat peraturan
Anda sendiri. Libatkan anak agar dia juga dapat merasa bertanggung jawab untuk
melaksanakan setiap peraturan yang sudah dibuat bersama. Beberapa contoh
peraturan yang dapat dimasukkan dalam daftar misalnya, tidak boleh menggunakan
komputer apabila tugas-tugas sekolah belum diselesaikan atau jika anak sedang
dalam masa ulangan; jika masa sekolah, waktu untuk menggunakan komputer
maksimal satu jam setelah semua kegiatan selesai, waktu yang lebih longgar
dapat diberikan pada hari libur. Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak
tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik
baginya. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh pendidik,
setidaknya sampai anak berusia dua belas tahun. Pada usia yang lebih besar,
diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
Manfaat
Bermain Komputer
a. Melatih logika. Saat bermain game,
anak-anak harus menggunakan berbagai strategi untuk memenangkan permainan. hal
ini dapat melatih penggunaan logika, menganalisa, dan memecahkan masalah yang
sedang dihadapi
b. Melatih kemampuan spasial. Melalui
game permainan, kemampuan spasial anak yang berhubungan dengan kecerdasan
gambar dan bervisualisasi akan terasah. Kemampuan ini akan berpengaruh dengan
kemampuan berhitung mereka. Selain itu, permainan juga akan membantu penggunaan
motorik halus anak.
c. Kemampuan membaca. Bagi anak yang
belum lancar membaca, game konsol bisa jadi alat yang tepat untuk membantu
belajar membaca. Seperti di ketahui ada beberapa game ada yang bersifat edukasi
dan bisa membantu anak untuk belajar dengan cara yang lebih asyik. Selain itu,
saat bermain anak juga diharuskan membaca setiap perintah yang diberikan oleh
tokoh game dan narator game. Maka, secara tak langsung anak bisa belajar
membaca dan mengeja secara signifikan.
d. Stimulasi otak. Dalam game permainan
ada yang bisa membuat permainan sendiri sesuai dengan yang diinginkannya. Hal
tersebut bisa membantu stimulasi otak dan proses berpikir untuk menciptakan
skenario yang panjang dan rumit sebagai bagian dari pengembangan kreativitas
mereka
e. Mengembangkan imajinasi. Permainan
bisa membantu anak untuk mengembangkan imajinasi mereka. Anak bisa menggunakan
imajinasi ini untuk menyeimbangkan berbagai kejadian dalam film dan
diaplikasikan dalam dunia nyata (yang relevan dan postif)
f. Penggunaan bahasa Inggris. Salah satu
game anak yang disukai adalah konsol dan game online. game ini banyak dibuat
oleh perusahaan luar negeri yang mempergunakan bahasa Inggris.
Adapun kelemahan komputer adalah:
a. Hanya efektif untuk digunakan dalam
mencapai tujuan pembelajaran kognitif atau kemampuan intelektual
b. Penggunaannya bersifat individual.
Kegiatan pembelajaran dengan komputer kurang memberikan kesempatan kepada siswa
untuk melakukan interaksi sosial. Interaksi yang mungkin dilakukan dengan
menggunakan komputer adalah interaksi secara virtual atau maya.
Dalam mengenalkan komputer sebagai media pembelajaran guru perlu mengetahui hal ini, sehingga guru dapat memanfaatkan potensi program komputer secara optimal dan mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin terjadi.
Dalam mengenalkan komputer sebagai media pembelajaran guru perlu mengetahui hal ini, sehingga guru dapat memanfaatkan potensi program komputer secara optimal dan mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin terjadi.
Sebagai media belajar, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, dan menumbuhkan minat belajar mandiri bagi anak. Tetapi interaksi komputer dengan anak belum dapat menggantikan interaksi orang tua atau guru dengan anak. Dalam kaitan ini, komputer dalam proses belajar komputer, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak.
Metode atau cara mendidik anak pada usia dini, tentu sangatlah berbeda
dengan metode atau cara mendidik anak pada masa remaja atau masa setelahnya.
Untuk mendidik anak pada usia dini, kita harus menyajikan materi yang akan kita
ajarkan dengan desain yang sangat menyenangkan, salah satunya dengan komputer. Dengan komputer, proses belajar anak akan terasa sangat menyenangkan.
Hal itu tidak bisa dipungkiri lagi, dengan komputer kita bisa memasukkan
program-program edukasi yang cocok untuk pendidikan anak pada usia dini.
Dengan
komputer pula, kita sebagai pendidik akan merasa sangat terbantu dengan
penyampaian yang disajikan oleh komputer tanpa meragukan hasil yang kurang
optimal. Adanya tampilan gambar warna-warni yang dapat bergerak serta didukung
dengan suara atau nyanyian yang riang gembira dapat merangsang anak untuk lebih
betah bermain sambil belajar. Karena hanya metode bermain sambil belajarlah
yang cocok diberikan kepada anak usia dini.
Menjadikan
Komputer Aman dan Bermanfaat Bagi Anak.
Mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari
pada saat ini dan masa yang akan datang, akan tetapi anak harus dikenalkan
dengan komputer walaupun ada pengaruh yang tidak baik yang dapat ditimbulkan,
ada baiknya kita menyusun siasat dalam mengenalkan komputer pada anak. Berikut
adalah beberapa siasat yang dapat dilakukan dalam mengenalkan komputer pada
anak.
1.
Kenalkan komputer pada anak sesuai dengan usia mereka. Pengenalan bagi anak
balita, dapat dimulai dengan membimbingnya menyentuh komputer, memegang mouse,
mengetik huruf-huruf pada keyboard.
2.
Temani anak saat mereka menggunakan komputer. Arahkan dan bimbing mereka dalam
komunikasi yang hangat. Ada baiknya anda menggunakan password agar anak tidak
bisa menggunakan komputer tanpa pengawasan.
3.
Buatlah kurikulum sendiri di rumah. Contohnya, jangan perlihatkan semua program
aplikasi yang akan anda berikan kepada anak. Berikan satu per satu, tahap demi
tahap.
4.
Pendidik dan orang tua hendaknya terus mengembangkan pula kemampuan dan
keterampilan dalam menggunakan komputer. Terkadang yang terjadi malah
sebaliknya, anak sudah lebih canggih dari orang tua mereka. Hal tersebut dapat
mengakibatkan pengawasan dan bimbingan menjadi terbatas pada kemampuan pendidik
atau orang tua saja. Jadilah sumber pertama bagi anak anda mengenai
perkembangan-perkembangan tersebut.
5.
Buatlah kesepakatan bersama anak mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak
boleh dilakukannya dengan komputer. Jangan membuat peraturan anda sendiri,
libatkan anak dalam membuat peraturan agar anak juga dapat merasakan tanggung
jawab untuk untuk melaksanakan setiap peraturan yang sudah dibuat bersama.
6.
Sebaiknya komputer tidak diletakkan di kamar pribadinya anak, karena hal
tersebut akan mempersulit pengawasan orang tua kepada anak.
7.
Komputer juga mempunyai efek-efek tertentu bagi fisik seseorang. Perhatikan
masalah tata ruang, cahaya, bahaya listrik, posisi duduk, tinggi meja dan
kursi, dan lain-lain. Supaya anak benar-benar dalam keadaan yang betul-betul
nyaman, aman dan sehat saat menggunakan komputer.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar